Gigi Sehat Harus Tetap Dirawat


Gigi yang sehat adalah gigi yang bersih tanpa adanya lubang. Dengan perawatan gigi secara baik dan teratur, maka tidak akan ada gigi yang berlubang dalam mulut kita. Oleh karena itu, upayakan perawatan maksimal untuk mendapatkan gigi yang sehat senantiasa.

Perawatan gigi dan mulut sejak usia dini sangat menentukan kesehatan gigi dan mulut sampai akhir hayat. Beberapa penyakit gigi dan mulut bisa dialami oleh anak-anak dan balita bila perawatan tidak dilakukan dengan baik, misalnya lubang pada permukaan gigi, gusi yang meradang, dan adanya sariawan.

Kerusakan gigi yang umumnya terjadi pada usia dini (anak-anak dan balita) biasanya karena faktor makanan/minuman. Makanan yang manis seperti coklat dan lengket seperti dodol kalau tidak segera disikat/kumur akan tertinggal dan menyebabkan kerusakan gigi. Juga minuman seperti teh, kopi, minuman ringan, serta rokok dapat menimbulkan lapisan tipis di gigi yang disebut stain sehingga warna gigi jadi kusam, kecoklat-coklatan. Lapisan stain yang kasar itu mudah ditempeli sisa-sisa makanan dan kuman, yang akhirnya membentuk plak, jika tidak dibersihkan akan mengeras dan menjadi karang gigi dan bisa merambat ke akar gigi. Akibatnya gigi mudah berdarah, gigi gampang goyah dan mudah tanggal.

Bagaimanakah perawatannya? Simak langkah-langkah berikut…

Biasakan Sikat Gigi
Merawat gigi bisa dimulai sejak bayi, ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan gigi anak dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang dibilas dengan air hangat, kemudian dengan pelan-pelan digosokan pada gusi bayi. Apabila anak sudah beranjak besar, kita sebagai orang tua harus membantu memperkenalkan rutinitas menggosok gigi. Cara yang dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran memegang dan menggosok gigi.

Memperhatikan Pola Makan

Pola makan si anak juga harus selalu diperhatikan orang tua. Apakah makanan yang dikonsumsi tersebut dapat merusak gigi atau sebaliknya. Jangan terlalu memberi anak makan-makanan yang manis seperti permen, coklat,biskuit dan makanan yang manis dan mudah melekat digusi. Makanan seperti ini biasanya akan bereaksi di mulut dan akhirnya membentuk asam yang dapat merusak email gigi. Akibat yang ditimbulkan, misalnya gigi berlubang, gigi tanggal sebelum waktunya, gangguan pada ukuran, bentuk maupun jumlah gigi. Untuk mencegah hal itu, berikanlah makanan yang berserat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, karena makanan ini bersifat self cleansing (pembersihan) yang membutuhkan proses pengunyahan secara berulang-ulang.

Kalau memang ingin memberikan makanan yang manis, seperti coklat, permen, biskut atau makanan manis lainnya, hendaknya pada waktu yang tepat, misalnya setelah makan siang. Kalau sudah selesai si anak disuruh untuk menyikat giginya sampai bersih.

Jadi? Jangan lupa sikat gigi dan merawat gigi kalian yah.. 🙂

Tags: ,

One Response so far.

  1. Ashok says:

    Halo,tlg nanya,usia saya 34 thn,gula darah taiekhrr puasa 150,2 jam 350.Ayah saya jg diabetes.saya tidak mengkonsumsi obat2an diabetes,tdk pernah kontrol ke dokter.yang mau saya tanyakan,jempol kaki kiri saya kok mati rasa ya?apa ada hubungannya dgn diabetes?apa saja gejala komplikasi diabetes dan bagaimana pencegahannya?terima kasih atas jawabannya.

Leave a Reply